Evaluasi Kurikulum dan Tracer Study Program Studi S2 Psikologi
Universitas Negeri Surabaya

Jumlah alumni S1 Psikologi dari Unesa menjadi salah satu kekuatan lain dari Prodi S2 Psikologi sebagai salah satu sumber peminat dan pendaftar. Sejak tahun 2021, lulusan S1 Prodi Psikologi Unesa mencapai 1514 orang, pada tahun 2022 menjadi 1696 orang, dan pada tahun 2023 mencapai 1876 orang lulusan. Lulusan Sarjana Psikologi Unesa menjadi potensi calon pendaftar bagi Prodi S2 Psikologi. Berdasarkan hasil survei dari Admisi Unesa, minat alumni untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi, sebesar 4,47 (skala 5), sehingga dapat dimaknai sebagai sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dorongan alumni S1 Psikologi untuk melanjutkan pendidikan di Psikologi tinggi. Di sisi lain, mencapai 14% dari total alumni yang bisa segera melanjutkan kuliah di perguruan tinggi lain. Oleh sebab itu, kebutuhan untuk menyelenggarakan Program Studi S2 Psikologi sangat dibutuhkan. Penelusuran alumni juga menunjukkan bahwa lulusan S1 Psikologi yang bidang kerjanya dalam lingkup psikologi pendidikan dan perkembangan mencapai 23 %.

Berdasarkan masukan dari tiga komponen yaitu 1) pengguna lulusan, 2) alumni dan 3) masyarakat, salah satu keterampilan yang perlu ditingkatkan pada adalah kebutuhan pada bidang minat pendidikan dan perkembangan yang mencapai lebih dari 10%. Potensi calon pendaftar Prodi S2 Psikologi juga guru-guru dan Kepala Sekolah yang selama ini memiliki hubungan yang erat dengan Unesa sebagai salah satu Universitas LPTK di Indonesia serta penyelenggara PPG. Maka untuk dapat menunjang peningkatan keahlian di bidang pendidikan dan perkembangan diperlukan alternatif pendidikan yang dapat mengakomodir kebutuhan tersebut

Penetapan peminatan dalam Program Studi S2 Psikologi UNESA didasarkan pada hasil analisis kebutuhan pemangku kepentingan yang melibatkan pengguna lulusan, alumni, masyarakat, perkembangan keilmuan psikologi, serta arah pengembangan Fakultas Psikologi UNESA. Hasil pemetaan kebutuhan kompetensi menunjukkan bahwa kompetensi yang paling banyak dibutuhkan berada pada bidang Psikologi Industri dan Organisasi (58%), Psikologi Klinis (23%), Psikologi Pendidikan dan Perkembangan (12%), serta Psikologi Sosial (6%).

Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi psikologi tidak terpusat pada satu bidang tertentu, melainkan tersebar pada beberapa area utama yang memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dunia pendidikan, kesehatan mental, dan pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, Program Studi S2 Psikologi UNESA mengembangkan kurikulum yang mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui empat peminatan utama.

1. Peminatan Psikologi Pendidik dan Sekolah. 

Peminatan ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan peningkatan kompetensi pada bidang Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, sekaligus mempertimbangkan karakteristik UNESA sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan dan sejarah panjang dalam bidang kependidikan. Peminatan ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dalam:

a. memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik;

b. mengembangkan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung kesejahteraan psikologis;

c. melakukan asesmen dan intervensi psikologis dalam setting pendidikan;

d. mengembangkan kebijakan dan program sekolah berbasis evidence-based practice.

Keberadaan peminatan ini juga didukung oleh tingginya kebutuhan guru, kepala sekolah, konselor pendidikan, dan praktisi pendidikan yang memerlukan penguatan kompetensi psikologi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, pendidikan inklusif, kesehatan mental peserta didik, serta transformasi digital pendidikan.

2. Peminatan Psikologi Industri dan Organisasi

Peminatan Psikologi Industri dan Organisasi dibuka karena hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa kompetensi pada bidang ini merupakan kebutuhan terbesar, yaitu mencapai 58%. Perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis, transformasi digital, perubahan pola kerja, kebutuhan pengembangan talenta, serta pentingnya kesejahteraan psikologis pekerja menuntut tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi psikologi organisasi yang kuat. Peminatan ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu:

a. melakukan diagnosis organisasi;

b. mengembangkan sistem manajemen sumber daya manusia berbasis psikologi;

c. melakukan asesmen dan pengembangan kompetensi SDM;

d. merancang intervensi organisasi berbasis evidence;

e. meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan psikologis dalam organisasi.

Dengan tingginya kebutuhan dunia industri, pemerintahan, BUMN, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial terhadap kompetensi ini, peminatan Psikologi Industri dan Organisasi menjadi salah satu fokus utama pengembangan program studi.

3. Peminatan Psikologi Klinis

Peminatan Psikologi Klinis dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental, baik pada tingkat individu, keluarga, maupun komunitas. Tingginya kebutuhan kompetensi pada bidang klinis (23%) menunjukkan bahwa isu kesehatan mental telah menjadi perhatian utama berbagai sektor. Selain itu, berbagai fenomena seperti peningkatan stres, burnout, gangguan psikologis, masalah kesehatan mental remaja, serta kebutuhan layanan psikologis berbasis komunitas semakin menuntut tersedianya tenaga yang memiliki kompetensi akademik dalam bidang psikologi klinis. Peminatan ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu:

a. melakukan asesmen psikologis berbasis riset;

b. memahami dinamika kesehatan mental sepanjang rentang kehidupan;

c. merancang program promotif, preventif, dan intervensi psikologis;

d. mengembangkan program kesehatan mental berbasis komunitas;

e. melakukan konsultasi psikologi dalam berbagai setting.


Keberadaan peminatan ini juga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan psikologis masyarakat sebagaimana menjadi visi Fakultas Psikologi UNESA.

4. Peminatan Psikologi Performa dan Ketahanan Mental 

Selain mengakomodasi kebutuhan yang muncul dari data tracer dan stakeholder, Program Studi S2 Psikologi UNESA juga mengembangkan peminatan Psikologi Performa dan Ketahanan Mental yang selaras dengan kekuatan institusi dan arah pengembangan Fakultas Psikologi UNESA. Peminatan ini merupakan pengembangan dari keunggulan UNESA dalam bidang olahraga dan pengembangan performa manusia. Ruang lingkupnya tidak terbatas pada atlet olahraga, tetapi mencakup seluruh individu yang dituntut mencapai performa optimal dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, organisasi, kepemimpinan, profesi kesehatan, militer, maupun komunitas. Peminatan ini dikembangkan karena beberapa alasan strategis:

a. Meningkatnya kebutuhan pengembangan mental toughness, resilience, dan psychological well-being pada berbagai profesi di era yang penuh perubahan dan ketidakpastian.

b. Perkembangan ilmu psikologi modern menunjukkan bahwa performa optimal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga faktor psikologis seperti motivasi, regulasi emosi, grit, self-efficacy, resilience, dan psychological readiness.

c. Belum banyak program magister psikologi di Indonesia yang secara khusus mengembangkan bidang performa dan ketahanan mental, sehingga menjadi keunggulan kompetitif Program Studi S2 Psikologi UNESA.

d. Selaras dengan visi Fakultas Psikologi UNESA yang memiliki fokus pengembangan keilmuan pada bidang psikologi olahraga serta kesejahteraan psikologis masyarakat.

e. Dapat menjawab kebutuhan lintas sektor, karena konsep performa dan ketahanan mental dapat diterapkan pada atlet, guru, mahasiswa, pemimpin organisasi, pekerja, tenaga kesehatan, maupun masyarakat umum.

Melalui peminatan ini, lulusan diharapkan mampu:

a. mengembangkan program peningkatan performa individu dan kelompok;

b. merancang intervensi berbasis psikologi performa;

c. meningkatkan resiliensi dan ketahanan mental;

d. mengembangkan strategi psychological skills training;

e. melakukan penelitian terkait performa, kesejahteraan psikologis, dan pengembangan potensi manusia.

Meskipun hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya kebutuhan pengembangan kompetensi pada bidang Psikologi Sosial sebesar 6%, Program Studi S2 Psikologi UNESA saat ini belum membuka peminatan Psikologi Sosial secara khusus. Keputusan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan akademik dan strategis sebagai berikut.

Pertama, tingkat kebutuhan yang teridentifikasi masih relatif lebih rendah dibandingkan bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, serta Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, yang secara kumulatif mencakup lebih dari 90% kebutuhan kompetensi yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pada tahap awal pengembangan program studi, sumber daya dan kurikulum diprioritaskan pada bidang yang memiliki kebutuhan paling tinggi dan prospek lulusan yang lebih luas.

Kedua, pengembangan peminatan memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kepakaran dosen. Saat ini Program Studi S2 Psikologi lebih memiliki kekuatan dan konsentrasi kepakaran dosen pada bidang psikologi pendidikan dan sekolah, psikologi industri dan organisasi, psikologi klinis, serta psikologi performa dan ketahanan mental. Oleh karena itu, pengembangan peminatan difokuskan pada bidang yang telah memiliki kelompok dosen, roadmap penelitian, jejaring kerja sama, dan rekam jejak publikasi yang kuat sehingga dapat menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan.

Ketiga, beberapa kajian dalam bidang Psikologi Sosial sesungguhnya telah terintegrasi secara lintas peminatan, khususnya pada mata kuliah yang membahas perilaku kelompok, dinamika sosial, kesejahteraan komunitas, kepemimpinan, budaya organisasi, psikologi komunitas, pendidikan inklusif, maupun kesehatan mental masyarakat. Dengan demikian, substansi keilmuan Psikologi Sosial tetap diperoleh mahasiswa meskipun belum menjadi peminatan tersendiri.

Keempat, Program Studi menerapkan prinsip pengembangan bertahap (phased development) dalam penyelenggaraan kurikulum. Bidang Psikologi Sosial tetap menjadi salah satu area pengembangan keilmuan yang potensial untuk dibuka sebagai peminatan di masa mendatang apabila hasil evaluasi kebutuhan menunjukkan peningkatan demand serta didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, sarana pendukung, jejaring kerja sama, dan roadmap penelitian yang memadai.

Dengan pertimbangan tersebut, keputusan untuk belum membuka peminatan Psikologi Sosial merupakan langkah strategis untuk menjaga fokus pengembangan program studi, menjamin kualitas penyelenggaraan pendidikan, dan memastikan setiap peminatan yang dibuka memiliki dukungan sumber daya dan kebutuhan pasar yang kuat.

Dengan demikian, pembukaan empat peminatan tersebut tidak hanya didasarkan pada hasil analisis kebutuhan pemangku kepentingan dan tren perkembangan dunia kerja, tetapi juga mempertimbangkan mandat keilmuan psikologi, visi Fakultas Psikologi UNESA, kebutuhan masyarakat, serta keunggulan institusi. Keempat peminatan tersebut saling melengkapi dalam menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu psikologi dan peningkatan kesejahteraan psikologis masyarakat secara berkelanjutan.

Hasil evaluasi kurikulum Program Studi Magister Psikologi berdasarkan kegiatan sanctioning kurikulum yang dilaksanakan tahun 2025 menunjukkan beberapa aspek yang perlu disempurnakan untuk meningkatkan keselarasan dan keterpaduan desain kurikulum. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kurikulum perlu direvisi dengan memperkuat keselarasan vertikal antara visi-misi, profil lulusan, kompetensi lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, dan struktur kurikulum sehingga terbentuk kurikulum yang lebih sistematis, terukur, dan sesuai dengan standar pendidikan Magister Psikologi.

Berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari kegiatan sanctioning kurikulum, Program Studi S2 Psikologi telah melakukan perbaikan dan penyempurnaan dokumen kurikulum. Perbaikan yang dilakukan meliputi penyesuaian dan penyelarasan visi, misi, tujuan program studi, profil lulusan, kompetensi lulusan, serta capaian pembelajaran lulusan (CPL) agar lebih terintegrasi dan menunjukkan keterkaitan yang jelas. Selain itu, telah disusun profil lulusan sebagai dasar dalam perumusan kompetensi lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, dan CPMK.

Pada aspek bahan kajian dan mata kuliah, telah dilakukan pemetaan yang menunjukkan kontribusi masing-masing mata kuliah terhadap CPL yang ditetapkan. Cakupan bahan kajian juga telah disesuaikan dengan standar dan rekomendasi AP2TPI, khususnya terkait filsafat ilmu, metode penelitian psikologi, statistik penelitian psikologi, dan pengembangan instrumen penelitian. Selanjutnya, struktur kurikulum telah dilengkapi dengan narasi yang menjelaskan pembentukan mata kuliah dan penentuan bobot SKS sehingga alur pencapaian kompetensi lulusan menjadi lebih jelas dan sistematis.

Dengan perbaikan tersebut, dokumen kurikulum telah mengakomodasi seluruh masukan evaluator dan diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan pendidikan Magister Psikologi yang lebih terarah, relevan, dan sesuai dengan standar pendidikan tinggi serta kebutuhan pemangku kepentingan.