FGD SaPPA-ABK Bahas Pengalaman Mahasiswa Difabel untuk Wujudkan Kampus yang Lebih Inklusif
Surabaya—Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) SaPPA-ABK kembali menggelar ruang diskusi yang melibatkan berbagai pihak untuk membahas pengalaman mahasiswa difabel dalam menjalani kehidupan perkuliahan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026 di Gedung Terpadu Psikologi Olahraga, Kampus Lidah Wetan.
FGD yang merupakan penyelenggaraan kedua ini berfokus pada pembahasan pengalaman mahasiswa difabel, khususnya mahasiswa tuna netra, dalam mengakses layanan dan menjalani aktivitas akademik di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh moderator serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UNESA, dan Hymne Psikologi.
Dalam sambutannya, Ketua Task Force Empowerment Disability menyampaikan pentingnya menghadirkan ruang dialog yang memungkinkan mahasiswa difabel menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta harapan mereka secara langsung. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh mahasiswa.

Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan oleh Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UNESA. Beliau menegaskan bahwa inklusivitas bukan hanya tentang penyediaan fasilitas, tetapi juga tentang membangun pemahaman dan kepedulian seluruh sivitas akademika terhadap keberagaman yang ada di lingkungan kampus.
Sesi inti kegiatan diawali dengan pengantar diskusi yang disampaikan oleh mahasiswa difabel UNESA. Pada sesi ini, peserta diajak memahami berbagai pengalaman nyata yang dihadapi mahasiswa tuna netra selama menjalani perkuliahan, mulai dari aksesibilitas pembelajaran hingga interaksi sosial di lingkungan kampus.
Diskusi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Berbagai masukan dan pandangan dari peserta menjadi bahan refleksi bersama untuk mengidentifikasi kebutuhan serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa difabel.
Menjelang akhir kegiatan, refleksi disampaikan oleh Bu Satiningsih yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pemangku kebijakan dalam membangun ekosistem kampus yang lebih inklusif.
Melalui FGD SaPPA-ABK, Fakultas Psikologi UNESA berharap dapat terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam mendukung pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.