S2 Psikologi UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat: Tingkatkan Kesejahteraan Psikologis Pengurus KOPPATARA
Malang, Program Studi S2 Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Psychological Well-Being pada Pengurus Komunitas Pelindungan Perempuan dan Anak Nusantara (KOPPATARA)”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UNESA dalam memperkuat kapasitas psikologis pengurus komunitas yang berfokus pada isu perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Riza Noviana Khoirunnisa, S.Psi., M.Si., Koordinator Program Studi S2 Psikologi UNESA, ini dilaksanakan di kantor KOPPATARA dan diikuti oleh pengurus serta relawan aktif. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan kolaborasi dengan Zuhro Rosyidah, M.Pd., selaku pengurus inti KOPPATARA.
KOPPATARA dikenal sebagai komunitas yang memiliki peran penting dalam advokasi dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan maupun diskriminasi. Namun, di balik tanggung jawab besar tersebut, para pengurus kerap menghadapi tekanan emosional dan kelelahan psikologis akibat tingginya intensitas kerja sosial.
Dr. Riza menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pengurus tentang konsep dan dimensi Psychological Well-Being (PWB), sekaligus memberikan strategi praktis untuk memperkuat ketahanan dan motivasi psikologis mereka. Materi pelatihan mencakup enam dimensi PWB menurut Ryff, yaitu self-acceptance, positive relations with others, autonomy, environmental mastery, purpose in life, dan personal growth.
Salah satu metode interaktif yang digunakan adalah “Cermin Refleksi Diri”, teknik introspeksi berbasis mindfulness dan afirmasi positif yang mengajak peserta menilai kondisi emosional, kekuatan, serta tantangan pribadi melalui visualisasi simbolis diri. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan peserta untuk terlibat aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, dan melakukan latihan mental secara kelompok.
Menurut Zuhro Rosyidah, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pengurus. “Kami sering kali fokus membantu orang lain hingga lupa memperhatikan diri sendiri. Melalui refleksi diri, kami menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesejahteraan psikologis pribadi,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh keterbukaan. Peserta merasa kegiatan ini memberikan ruang aman untuk mengekspresikan emosi serta menemukan kembali semangat dalam menjalankan misi sosial mereka. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan komitmen untuk menerapkan strategi refleksi diri secara berkelanjutan.
Dr. Riza menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan ini. “Kami berencana melakukan pendampingan lanjutan agar praktik yang telah dipelajari dapat menjadi budaya positif di lingkungan KOPPATARA,” jelasnya.
Kegiatan ini sejalan dengan fokus Psikologi UNESA dalam mengembangkan intervensi psikologis berbasis komunitas yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas, diharapkan pengurus KOPPATARA yang sehat secara psikologis dapat memberikan layanan yang lebih optimal bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan.