Ajak Puluhan Ibu PKK Surabaya Berdaya dengan Membatik

Surabaya, 18 Mei 2024. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) memberikan pelatihan membatik kepada 20 perempuan PKK RW 4 Kelurahan Tenggilis Mejoyo. Mereka mayoritas memiliki latar belakang ibu rumah tangga.
Ketua PKM Pelatihan Membatik Unesa Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi, M.Psi, Psikolog mengatakan munculnya gagasan membuat pelatihan membatik bermula dari banyaknya para ibu rumah tangga yang tidak ada aktivitas setelah mengantar anak atau cucu pergi ke sekolah.
“Dari situ kami mulai membuat gagasan kegiatan apa yang sekiranya dapat mengisi waktu luang para ibu-ibu dan bisa meningkatkan pendapat. Akhirnya tercetuslah ide membuat pelatihan keterampilan membatik,” papar Ni Wayan sapaan akrabnya di Aula Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Selasa (21/5/2024).
Tak disangka ide membuat pelatihan membatik tersebut disambut antusias oleh puluhan perempuan PKK RW 4 Kelurahan Tenggilis Mejoyo. Ni Wayan menyebut pelatihan membatik langsung dibimbing oleh salah satu dosen D4 Tata Busana Unesa, yang sudah berpengalaman dalam membuat batik. Kegiatan tersebut diadakan di Aula Kecamatan sejak Sabtu 18 Mei hingga 26 Mei 2024.
Dia menyebut output dari pelatihan ini tidak hanya para ibu rumah tangga bisa membatik saja. Namun juga menjadi sebuah komunitas ibu-ibu RW 4 yang bisa membuat batik sendiri. “Nanti kami bantu untuk memasarkan produk,” ungkapnya. Sehingga tidak hanya mengisi waktu luang saja. Namun, para perempuan dapat memiliki penghasilan tambahan dari membuat batik.
Ni Wayan menambahkan dengan pelatihan membatik ini harapannya sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha bagi puluhan ibu PKK RW 04 Kelurahan Tenggilis Mejoyo. Selain itu, dengan menghasilkan karya batik maka diharapkan tumbuh rasa percaya diri, inisiatif dan memotivasinya untuk terus berkarya serta dapat menghasilkan uang.
“Dengan demikian maka para ibu nantinya akan memiliki kemampuan yang sama dengan kaum laki-laki. Diantaranya kebebasan mobilitas, kemampuan membeli komoditas kecil dan besar, mampu mengambil keputusan besar dalam keluarga, serta memiliki jaminan ekonomi dan berkontribusi dalam masyarakat,” papar Ni Wayan.
Pemateri Pelatihan Membatik Dra. Urip Wahyuningsih, M.Pd mengatakan para ibu rumah tangga diajak untuk mengenal dan membuat batik cap dan tulis. Untuk pewarnaannya, Bu Ning sapaan akrabnya menggunakan pewarna reaktif kepada para peserta. “Kami ajari mulai dari proses awal hingga pewarnaan,” tuturnya. Bu Ning mengungkapkan memberikan pelatihan para ibu rumah tangga memang harus ekstra sabar. Terlebih mereka juga masih awal mengetahui cara pembuatan batik. “Tapi semangat para ibu PKK RW 04 ini luar biasa. Kemauan belajar mereka tinggi,” jelasnya.
Share It On: